Database Embedded dengan SQLite

Untuk kebutuhan database, tidak semua pengguna harus menggunakan MySQL ataupun
PostgreSQL. Keduanya membutuhkan resource sistem yang cukup besar dan sistem databasenya
pun cukup rumit. Apabila Anda membutuhkan database “satu file”, yang kecil,
sederhana, bisa dipindahkan dengan sangat mudah, maka Anda selalu bisa mencoba
SQLite.

Database embbeded selalu menjadi cerita yang seru bagi pengguna yang ingin segalanya serba praktis. Dan, jumlah pengguna tersebut sangatlah banyak di seluruh dunia. Penulis juga merupakan salah satunya. Tak heran apabila database semacam DB(F) dan MDB sangat populer sampai hari ini. Berjuta-juta pengguna komputer di dunia ini masih menggunakan database jenis tersebut. Dengan database embbeded, semua data disimpan di dalam—umumnya—satu fi le tunggal, yang menjadikannya sangat mudah untuk dibagi, sangat sudah untuk dipindahkan dan secara umum, sangat mudah untuk dimanage. Database system semacam ini jelas bertentangan dengan database yang bekerja secara client/server seperti PostgreSQL ataupun MySQL. Arsitektur database system keduanya memungkinkan adanya bagian yang jelas antara server database dan Client database. Dengan demikian, untuk kebutuhan data diakses ramai-ramai, pengguna tidak perlu mengatur fi le sharing secara manual, karena database system-nya sen diri telah mengizinkan. Dibandingkan dengan database embedded, database semacam ini jelas memiliki keunggulan seperti multi user native seperti disebutkan sebelumnya, skema keamanan yang lebih fl eksibel, dan umum nya, lebih mendukung sistem enterprise. Namun, jangan lupa bahwa proses replikasi, back-up, dan restore juga tidak mudah. Sebagai pengguna database, pemilihan suatu database system merupakan hal yang sangat penting. Benar bahwa hampir semuanya menggunakan bahasa SQL standar, namun, tidak semua menuruti standar benar-benar. Boleh dikatakan, masing-masing database system yang menerapkan SQL pun, umumnya menambahkan fi tur sen diri yang oleh karenanya tidak dimiliki oleh database system lain. Lebih detil, ada pula masalah tipe data yang disebabkan tidak menuruti standar SQL. Untuk memilih database system itu sendiri, Anda mungkin akan memilih dulu apakah database system yang akan Anda gunakan tersebut termasuk kategori yang embbeded atau yang bekerja secara client/server. Berikut ini adalah beberapa alasan untuk menggunakan database embedded:
 Anda akan sering memindah-mindahkan database dari satu tempat ke tempat lainnya.
 Database tidak digunakan untuk melayani kebutuhan enterprise (contoh: tidak perlu database clustering).
 Anda tidak membutuhkan banyak fitur advanced (contoh: tidak membutuhkan trigger, stored procedure, dan lain-lain).

untuk lebih jelasnya Download Filenya pada LINK Berikut :

Database Embedded dengan SQLite

3 thoughts on “Database Embedded dengan SQLite

  1. osen says:

    sqlite adalah mesin database, bukan aplikasi ataupun database server, jadi sangat membingungkan jika ditanya bagaimana cara koneksi sqlite ke access😀

    justru sqlite kita gunakan untuk pengganti ms access, dan untuk mengakses database sqlite (file database format sqlite) kita bisa menggunakan ODBC ataupun .NET provider (jika membuat aplikasi pada linkungan pemrogramman .NET) dan juga ada banyak cara akses database sqlite tergantung dengan aplikasi atau toolkit/developer tool apa yang kita gunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s